Baca artikel menarik tentang lisan di sebuah kalender.
"Rasulullah saw mengatakan, "Bicaralah yang baik atau Diam". Pesan Rasulullah saw trsbt menyuruh qt untuk bersifat aktif berbicara, namun pembicaraannya harus yang ber sifat kebaikan. Kalau berbicara kebaikan tidak bisa, maka lebih baik diam saja. Sekarang, begitu banyak di antara qt yang asal bicara, tanpa menilai apakan pembicaraannya itu baik atau buruk. Dan tanpa berfikir apakah pembicaraan qt itu bernilai pahala atau bernilai dosa. Sesungguhnya lisan qtakan dimintai pertanggungjawabannya kelak di akhirat, jadi hendaknya berhati-hatilah jika berbicara. termasuk dalam hal ini adalah bicara dalam hati sendiri yang orang lain tidak mengetahui bahwa hati qt membicarakan seseorang. Lenih baik buat hati qt sibuk berdzikir kepada Allah SWT daripada berbicara macam-macam. Lebih jauh lagi, hendaklah qt aktif melangkahkan kaki ke tempat yang baik-baik yang di sana qt akan memperolah pahala. Misalnya pergi ke majelis ta'lim, silaturahim, atau menengok orang sakit. Dan jika tdk bisa, maka diam saja di rumah, itu lebih baik. Intinya, hidup qt haruslah bersifat aktif alias tidak pasif. Lisan qt harus berbicara, hati qt jg harus berbicara, kaki qt pun harus melangkah, karena itulah tugas kekhalifahan dan kehambaan qt. Berbuat dan berbuat. Namun jika tidak bisa berbuat hal yang baik, maka diamlah. Termasuk mata dan telinga qt, jika tidak bisa qt gunakan dalam hal kebaikan maka lebih baik tutup dan pejamkanlah. Demikian hendaknya."
Semoga bermanfaat dan menjadi bahan instropeksi.. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar